Because Linux Can be Anything
Because Linux can be Anything
Bagi para modder motorola, tentu sbf bukan merupakan hal yang asing. Pada saat zaman feature phone dulu, motorola memang terkenal dengan kemampuannya dicustom dan itu yang membuatnya memiliki fan base sendiri. Mulai dari handphone yang berbasis java (E398), KJava (E2) sampai montavista (A1200) memiliki custom ROM dari para modder.
Pada dasarnya, SBF dilakukan untuk mengembalikan handphone ke settingan awalnya. Bagi pemilik Droid X yang masih Froyo, flashing SBF .602 akan mengupgrade Droid X kamu ke Official Gingerbread dari Motorola . Nah, untuk handphone yang berjalan di atas jaringan CDMA seperti Droid X ini, sbf juga akan mengembalikan settingan network kembali ke settingan Verizon, karena itu setelah SBF harus dilakukan kembali inject no smart. Karena itu juga, kamu harus hati-hati karena proses inject ulang tersebut harus meminta parameter MIN dan AKEY kembali ke galeri smart -- yang menurut pengalaman saya sudah TIDAK gratis.
Droid X sampai saat ini masih terus disupport oleh pengembang, salah satunya adalah cvpcs yang berada di belakang suksesnya CyanogenMod. Saat ini cvpcs sedang mengerjakan porting ICS untuk Droid X ini. Yang menjadi ganjalan untuk menggunakan Droid X adalah masalah jaringan, dengan berjalan di jaringan CDMA, reader hanya mempunyai beberapa pilihan, Smart adalah salah satunya. Saya sendiri menggunakan smart karena sinyal smart di daerah rumah saya stabil -- walaupun sesekali lambat.
Linux Mint Lisa dikenal sebagai distro yang memiliki paket aplikasi yang lengkap, mulai dari office suites sampai entertainment. Selain itu, Linux Mint juga membawa codec proprietary seperti mp3 dan avi yang membuatnya menjadi distro siap pakai, karena itu cocok untuk digunakan dalam keadaan offline sekalipun.
Office Suites
Libre Office telah menjadi standar office suites sejak Linux Mint 11 Katya. Libre Office merupakan fork dari OpenOffice.org yang kepemilikannya telah berganti dan komunitas open source tidak mempercayai komitmennya kepada dunia open source, karena itu mereka membentuk The Document Foundation dan mengembangkan Libre Office berdasarkan source code OpenOffice.org.
Part 2 ini saya masih membahas tentang Desktop, karena selain Gnome 3 yang dijadikan default masih ada gnome classic, gnome classic (No Effect) dan MATE yang dibawa Lisa sebagai Desktop Environtment.
GNOME CLASSIC
Pertama, saya coba masuk ke Desktop Gnome Classic. Kesan pertama setelah melihat desktop ini adalah "Ini sih mirip ubuntu jadul". Gak percaya? lihat penampakannya nih
Linux Mint langsung menjadi distro favorit saya setelah saya mencoba versi 10 "Julia", walaupun pada versi 11 "Katya" ada beberapa bug yang mengganggu tetapi tidak mengurangi kecintaan saya pada distro ini. Yang membuat saya jatuh hati pada Julia adalah User Interface dan User eXperiencenya yang sangat mudah digunakan dan "just-works" tanpa bug yang berarti.
Bulan ini, Tim Linux Mint dengan Clement Levebfre merilis Linux Mint 12 RC "Lisa" sebelum meluncurkan versi finalnya. Sebelum membaca lebih jauh, saya memperingkatkan readers bahwa dalam review ini akan terdapat beberapa pandangan yang subjektif dari saya. Teruskan baca dan download linux mint 12 RC bila setuju dengan pandangan saya dan teruskan baca dan silakan komentar bila tidak setuju dengan pandangan saya :p
Aplikasi Music terbaru dari google yang disiapkan untuk Ice Cream Sandwich kini dapat di-download. Bocoran aplikasi tersebut didapat oleh Android Police dan menyebarkannya untuk readers Android Lover.
Music 4.0.1 mendapat beberapa perubahan terutama dari sisi tampilan yang menyesuaikan tampilan ICS secara keseluruhan, perubahan tersebut misalnya pada bagian player yang kini memakan tempat yang lebih sedikit dan kontrol musik yang lebih banyak.
Untuk screen shot dan link download dapat dilihat setelah jeda
Readers tak perlu kecewa dengan gagalnya Google/Samsung merilis Nexus Phone berikutnya karena kini beredar screen shot dari Ice Cream Sandwich, android terbaru dari Google. Terlihat dari Screen Shot, launcher default dari ICS memiliki tampilan yang lebih indah dibanding launcher default Gingerbread, lebih seperti tampilan launcher Honeycomb yang berjalan di layar yang lebih kecil. Tampilan ini merepresetasikan keinginan Google untuk menjadikan ICS sebagai OS pilihan di Smartphone maupun tablet dan sekaligus menjawab keraguan para developer karena banyaknya fragmentasi di ekosistem Android.
Readers bisa melihat screen shot keindahan ICS setelah jeda

Google dan Samsung mengumumkan bahwa mereka akan menunda event yang seharusnya diselenggarakan pada tanggal 11 Oktober nanti yang diperkirakan akan merilis smartphone Nexus berikutnya dan juga sekaligus merilis versi terbaru dari Android, Ice Cream Sandwich.
Smartphone terbaru Google yang diberitakan akan diberi nama Nexus Prime atau Nexus Galaxy ini diperkirakan akana membawa hardware tercanggih yang ada saat ini seperti Prosesor Dual-Core 1,2 GHz, RAM 1 GB, Internal memori 32 GB dan kamera 5 MP yang mampu merekam video 1080p.
Berita diundurnya peluncuran smartphone Nexus berikutnya dapat sedikit terobati dengan munculnya video bocoran launcher dari Ice Cream Sandwich yang menunjukkan beberapa perubahan yang signifikan dari Gingerbread serta memiliki beberapa tampilan dari Honeycomb. Semoga Google dan Samsung tidak terlalu lama mengundur perilisan ini karena seperti diberitakan bahwa Apple baru saja merilis iPhone 4S yang siap menggoda pengguna smartphone untuk berpindah ke lain hati

Amazon, website yang bergerak di bidang penjualan buku, music dan film digital merilis Kindle Fire, tablet yang difokuskan sebagai pembaca buku digital. Tablet ini diramalkan oleh beberapa analis akan mengancam iPad buatan Apple karena memiliki beberapa keunggulan.
Keunggulan yang pertama adalah harganya yang hanya $199 unlock, tentu harga ini berada jauh dibawah iPad. Keunggulan ini sebanding dengan spesifikasi Kindle FIre yang kurang "lengkap". Tidak ada dukungan 3G di tablet ini, begitu juga kamera dan memori internal yang hanya 8 GB berbeda sekali dengan iPad dan tablet lain yang mengusung memori internal hingga mencapai 64 GB.
Keunggulan kedua adalah Kindle Fire terintegrasi dengan berbagai layanan Amazon yaitu penjualan buku, muxik dan film digital. Hal inlah yang membuat Amazon memutuskan tidak memberikan memori internal yang besar di Kindle Fire karena semuanya dapat dinikmati melalui cloud.
Keunggulan ketiga adalah Browser Silk, browser buatan amazon ini diklaim oleh Amazon dapat membagi beban load webpage antara Kindle FIre dan web server Amazon. Cara kerja Silk ini mirip seperti Opera Mini yang melewatkan semua permintaan webpage user ke server kemudian server melakukan kompresi data dari web serer tujuan sehingga loading halaman web menjadi lebih cepat.
Dengan beberapa keunggulan tersebut tidak aneh kalau para analis melihat Kindle Fire akan meraih kesuksesan dan mungkin bisa mengancam iPad sebagai penguasa di pasar tablet.
sumber Ars Technica

User Interface custom terbaru miliki HTC, Sense 3.5 telah berhasil di port ke beberapa smartphone yang pada awalnya tidak mendapat dukungan resmi dari HTC seperti HD2, Desire Z, Desire HD, EVO 4G dan beberapa device lainnya.
Kali ini yang mendapat kesempatan untuk mencoba Sense 3.5 -- atau di HTC Pico disebut Sense Zero -- adalah HTC Hero, smartphone yang sudah cukup lama hadir sejak perilisannya. Porting ini dapat terjadi karena baru-baru ini HTC meluncurkan HTC Pico, smartphone yang memiliki spesifikasi yang hampir sama seperti Hero.
Dan yang pertama kali membuat porting ini adalah seorang developer di China kemudian seorang developer mempostingnya di XDA-developers. Untuk readers yang ingin mencoba dan berani mencoba silakan kunjungi link sumber berikut
sumber XDA-Developers